"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. (QS. Al-Ma'idah: 6)"
Wudhu adalah syarat mutlak sahnya shalat. Menurut Fiqih Madzhab Syafi'i yang menjadi pegangan Jam'iyyah Nahdlatul Ulama, rukun wudhu ada 6 (enam) perkara yang wajib dipenuhi:
ENAM (6) FARDHU / RUKUN WUDHU:
Dilafalkan bersamaan saat air pertama kali menyentuh sebagian wajah.
Lafal niat:
(Nawaitul wudhuu-a liraf'il hadatsil ashghari fardhan lillaahi ta'aalaa)
Artinya: 'Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil, fardhu karena Allah Ta'ala.'
Batasan wajah: secara vertikal dari tempat tumbuhnya rambut kepala normal hingga ke bawah dagu; secara horizontal dari telinga kanan hingga telinga kiri. (Disunnahkan 3 kali).
Wajib membasuh seluruh kulit tangan dari ujung jari hingga melebihi siku. Didahulukan tangan kanan (3 kali) kemudian tangan kiri (3 kali), sambil menyela-nyelai jari tangan.
Cukup membasahi dan mengusap sebagian rambut atau kulit kepala. (Disunnahkan membasahi seluruh kepala).
Wajib membasuh kedua telapak kaki hingga melebihi kedua mata kaki, meratakan air pada tumit dan menyela-nyelai jari-jari kaki dengan jari kelingking. Didahulukan kaki kanan (3 kali) lalu kaki kiri (3 kali).
Mengerjakan rukun wudhu secara berurutan sesuai urutan di atas.
SUNNAH-SUNNAH WUDHU TRADISI NU:
- Menghadap ke arah kiblat dan tidak berbicara saat berwudhu.
DOA SESUDAH WUDHU (LENGKAP DENGAN LAFAL SAYYIDINA):
Menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan ke arah dada, lalu membaca:
(Asyhadu allaa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna Sayyidanaa Muhammadan 'abduhu wa rasuuluh. Allaahummaj'alnii minat-tawwaabiina waj'alnii minal mutathahhiriina waj'alnii min 'ibaadikash-shaalihiin. Subhaanakallaahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illaa Anta astaghfiruka wa atuubu ilaik.)
Artinya:
'Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa junjungan kami Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang bertaubat, jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang senantiasa bersuci, dan jadikanlah aku termasuk golongan hamba-hamba-Mu yang sholeh. Maha Suci Engkau ya Allah dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.'