"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim." (QS. Al-Anbiya: 87)"
Nabi Yunus 'Alaihissalam (Dzun Nun) diutus kepada penduduk Ninawa (dekat Mosul, Irak). Karena kaumnya terus membangkang, beliau merasa putus asa dan meninggalkan negerinya sebelum datang izin dari Allah. Beliau menaiki kapal laut, namun di tengah samudera terjadi badai dahsyat. Nahkoda mengundi penumpang untuk dilempar ke laut guna meringankan beban kapal, dan undian berulang kali jatuh pada Nabi Yunus.
Ketika tercebur ke laut, seekor ikan paus raksasa (Nun) menelannya bulat-bulat tanpa mematahkan tulang atau melukai dagingnya. Di dalam tiga lapis kegelapan (kegelapan perut ikan, kegelapan dasar laut, dan kegelapan malam), Nabi Yunus bertaubat dan melantunkan dzikir doa agung. Allah memerintahkan ikan paus memuntahkan beliau ke tepian pantai yang gersang dan menumbuhkan pohon labu untuk melindunginya. Ketika beliau kembali ke Ninawa, seluruh 100.000 lebih penduduknya telah beriman.
Hikmah bagi Warga:
1. Tidak boleh tergesa-gesa meninggalkan tanggung jawab karena emosi atau putus asa.
2. Melazimi dzikir Nabi Yunus saat menghadapi jalan buntu atau impitan masalah hidup.
3. Mengakui kekurangan diri sendiri di hadapan Allah dengan penuh kerendahan hati.