← Kembali ke Ruang Keilmuan
Lainnya

Kisah Nabi Idris AS: Pelopor Literasi, Keterampilan Menjahit & Ilmu Perbintangan

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا ۝ وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا

"Dan ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Idris di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi. (QS. Maryam: 56-57)"

Nabi Idris 'Alaihissalam adalah keturunan keenam dari Nabi Adam. Beliau dinamakan Idris dari kata 'Darasa' yang berarti banyak belajar dan meneliti. Beliau adalah manusia pertama yang dianugerahi kepandaian menulis dengan pena, menguasai ilmu falak (perbintangan) untuk penanggalan, serta memelopori seni menjahit pakaian dari kain (sebelumnya manusia berpakaian dari kulit hewan).

Keistimewaan utama Nabi Idris adalah kesungguhan ibadahnya. Di setiap helaan nafas dan tusukan jarum saat menjahit pakaian, lisannya senantiasa basah bertasbih dan bertahmid kepada Allah SWT. Beliau berdakwah mengajak kaumnya agar senantiasa berbuat adil, menyantuni kaum dhuafa, dan tidak tergiur kemewahan dunia yang menipu.

Hikmah bagi Warga:

1. Mengutamakan literasi, pendidikan, dan penguasaan keterampilan kerja produktif.

2. Menjadikan setiap aktivitas pekerjaan sehari-hari bernilai ibadah dengan mengingat Allah.

3. Bersikap jujur dan teguh memegang kebenaran dalam pergaulan RT.

📚 Kitab / Rujukan Referensi: Kitab Qashashul Anbiya' karya Al-Hafizh Ibnu Katsir & Tafsir Ibnu Katsir